[Oneshot] – Just Once, Kim Ryeowook. Can’t You?


Author                     : @UZakiahH (Gojjluck)

Genre                       : Romance

Length                     : Oneshot — 6 pages of Microsoft Word (1.242 words -_-“)

PG                             : G

Cast                          : – Shim Shin Jae (OC) and Kim Ryeowook.

 

Author’s Note        : Don’t be a plagiarism! Ini hasil pemikiran Author, jangan coba-coba untuk meng-copy paste dan mengganti karakter di dalam cerita ini. Fanfict ini boleh disimpan dan disebarluaskan. Dengan satu catatan! Harus make credit, arasseo?

 

https://gojjluck.wordpress.com

 

Happy Reading!^^

 

-ooo-

Can I love you?

I have something I want to say

But my lips are heavy and my heart has words that it couldn’t say even once

Kim Ryeowook.

Bisakah aku mencintaimu?

Apa kau terlalu tinggi untuk kugapai? Apa kau tidak bisa melihatku di sini?

Aku ingin menyatakan cinta padamu.

Tapi, aku tidak bisa mengatakannya. Aku gugup untuk mengutarakan semua perasaanku padamu.

Kita hanyalah teman.

Itu menurutmu. Tapi bukan menurutku.

Aku punya perasaan lain padamu, Ryeowook-ah. Aku punya mimpi untuk bisa berdiri di sampingmu dan mengatakan kepada semua orang bahwa kau itu ‘namja-ku’.

You’re getting farther away when I still have words I couldn’t say, my dear

Like a fool, I swallowed those words into my heart

Even though it hurts, I only want you

Tapi, aku rasa kau semakin menjauh. Kenapa? Apa aku mengganggumu? Apa aku tidak membuatmu nyaman? Jangan pergi terlalu jauh, Ryeowook-ah. Aku takut tidak bisa mengejarmu dan menghampirimu.

Aku masih punya ‘rasa’ itu, Ryeowook-ah. Tidak bisakah kau merasakannya? Apa kau tidak bisa menyadarinya bahkan ketika aku berdiri di sampingmu sedekat ini?

Kenapa aku sangat bodoh? Aku masih tidak bisa mengutarakan perasaanku.

Dan hari ini, kau berkata padaku. Kau menyukai seseorang. Ini membuatku terkejut. Baru pertama kalinya, aku melihat kau begitu menyukai seseorang. Tiap hari, kau bercerita tentang gadis itu padaku.

Aku selalu menjadi pendengar setia ceritamu tentang gadis itu.

Walaupun aku tahu itu menyakitiku.

Tapi, rasaku tidak pernah berkurang padamu, Ryewook-ah.

Aku tetap menginginkanmu.

Please love me just once

Can I crazily call out your name just once?

Because of my heart, I want to go closer to your side

“Cintai aku sekali saja, Kim Ryeowook.”

Aku ingin sekali mengatakan itu padamu. Bisakah kau lupakan cintamu pada gadis itu dan mencoba untuk membalas cintaku sekali ini saja?

Apa tidak ada tempat kosong di hatimu untukku?

Karena dari hati yang paling dalam, aku benar-benar ingin dekat denganmu, lebih dari sekedar dekat sebagai teman. Aku ingin terus berada di sampingmu hingga aku mati.

Bolehkah?

I tell you that it’s alright, that I’m here right now, my dear

Even though I get bruised by embracing you in my heart

Even though it hurts, I only want you

“Aku baik-baik saja, Ryeowook-ah.”

Kuucapkan itu saat kau bertanya keadaanku. Kau tersenyum dengan indahnya. Aku begitu menyukai senyumanmu. Rasanya, semua bebanku hilang begitu saja ketika melihat senyummu.

Kenapa kau menanyakan keadaanku, Ryeowook-ah? Apa kau mulai khawatir padaku? Apa kau mulai menaruh perhatian padaku?

“Aku berhasil mendapatkannya, Shin Jae-ya. Gadis itu menerima cintaku, kemarin.”

Aniyo! Bukan itu yang ingin kudengar sekarang!

Aku tersenyum padamu dan mengucapkan selamat padamu. Ini benar-benar menyakitiku. Apa karena ini kau sedikit menjauh dariku? Benarkah?

Kenapa aku tidak mengatakan dari dulu? Ini sudah terlambat, bukan? Kau sudah menjadi milik orang lain.

Aku iri padanya. Aku hanya bisa memelukmu di bayanganku saja. Sedangkan dia? Dia bisa memelukmu secara nyata, merasakan hangatnya pelukanmu yang nyaman. Kalian bisa saling berpegangan tangan dan tertawa dengan lepas. Sementara aku? Aku hanya bisa membayangkannya. Aku tidak bisa mewujudkannya bersamamu, Ryeowook-ah. Aku selalu hidup dengan bayang-bayangmu di pikiranku.

Aku ingin berhenti, tapi aku tidak bisa. Aku tahu ini sakit, tapi aku selalu saja menginginkanmu. Aku tidak bisa melepasmu dari pandanganku.

Do you know about my clumsy love?

As I see you turn away, I can’t say anything

So I will just place all my love inside my heart

Ini bodoh dan konyol.

Cintaku padamu begitu kikuk.

Ketika kau datang menghampiriku, di saat kau belum bersamanya, aku tidak dapat mengatakan apapun padamu.

Berbisik di telingamu dan mengatakan ‘aku cinta padamu’ saja terasa sulit. Apalagi kalau aku harus berteriak?

Jadi, aku hanya menempatkan semua rasa cintaku itu di dalam hati saja.

Cintaku yang tidak pernah kau tahu.

In order to tell you, I want to go closer to your side

Dan aku mengakui semuanya padamu. Kukatakan bahwa sejak lama aku mencintaimu secara diam-diam. Aku selalu mengawasimu dan memperhatikanmu. Tiap hari, benakku selalu dipenuhi olehmu. Caramu tersenyum, caramu tertawa, caramu makan, caramu berbicara, aku tahu dengan begitu baiknya.

Semua itu membuatmu terkejut. Aku tahu.

“Maaf, Shin Jae-ya, aku tidak bisa menerimamu.”

Dan aku juga tahu jawaban itu, jawaban yang kau berikan padaku.

Aku sadar, bukan aku yang berhasil menarik perhatianmu. Lalu aku tersenyum padamu, seakan-akan aku sedang baik-baik saja.

“Aku mengerti.” ucapku. Kau lalu merengkuhku ke dalam pelukanmu, pelukan pertama kita. Ini pertama kalinya aku merasakan hangatnya tubuhmu. Aku menangis pelan di atas bahumu.

Ditolak itu rasanya sangat sakit.

Kau mengelus pelan kepalaku, mencoba menenangkanku. Tapi itu tidak berhasil. Aku menangis semakin kencang dan membuat kemeja yang kau pakai basah di bagian bahu.

Aku tidak akan melupakan hangatnya pelukanmu, Ryeowook-ah.

I love you, the person who I miss

Aku memandang langit sore dari jendela besar yang berada di apartemenku. Secangkir teh menemani aktifitasku itu. Kusesap pelan tehku dan menaruhnya di atas meja.

Bayanganku masih dipenuhi olehmu, Ryeowook-ah.

Setelah 5 tahun berlalu ini, aku kira aku bisa melupakanmu. Aku tidak bisa. Kau masih mengisi ruang di hatiku. Aku masih berharap kau bisa berdiri di sisiku. Walaupun itu sudah tidak memungkinkan lagi.

Apa kau bahagia di sana, Ryeowook-ah?

Kau bisa melihatku dari atas sana, bukan? Aku masih seperti dulu. Aku masih Shin Jae yang dulu. Aku masih mencintaimu sampai sekarang.

Kau bisa melihatku menangis? Ya, aku menangis sekarang. Aku masih tidak percaya kau pergi meninggalkan aku dan gadismu karena kecelakaan mobil. Gadismu itu sampai pingsan beberapa kali saat tahu kau meninggal.

“Kenapa kau meninggal begitu cepat? Aku masih ingin merasakan pelukanmu itu, kau tahu?”

Aku menghapus airmataku dan menatap sendu ke arah langit sambil tersenyum. Aku sedang tersenyum untukmu, Ryeowook-ah. Kau melihatnya?

Aku begitu merindukanmu sekarang ini.

“Tunggu aku di sana dan aku tidak akan menyia-nyiakan lagi semua kesempatan, Ryeowook-ah. Aku tidak ingin kehilanganmu sekali lagi di kehidupan yang lain. Kau dengar?”

Kututup mataku dengan senyum yang belum hilang dari wajahku. “Saranghaeyo.”

“Nado.”

Samar-samar aku mendengar suaramu, Ryeowook-ah. Apa itu kau? Ataukah hanya khayalanku saja? Lalu, kenapa tubuhku menjadi hangat seperti ini? Aku kembali merasakan hangatnya pelukanmu, Ryeowook-ah. Apa kau ada di sini? Apa kau sedang memelukku sekarang?

Aku tertawa. Aku benar-benar konyol. Itu semua tidak mungkin.

Aku hanya berkhayal saja. Aku berimajinasi terlalu tinggi.

-ooo-

(Author’s POV)

Ryeowook berdiri di belakang Shin Jae yang tengah berdiri menghadap ke jendela. Dipeluknya gadis itu dari belakang, walaupun sebenarnya, dia tidak bisa menyentuh gadis itu.

“Saranghaeyo.” ucap Shin Jae.

Ryeowook tersenyum mendengar perkataan Shin Jae. “Nado.”

Gadis bodoh ini, walaupun dia telah meninggalkan dunia, tapi gadis ini tetap mencintainya. Ryeowook tetap tidak mengerti dan tidak pernah menemukan alasan dibalik semua itu. Shin Jae benar-benar mencintainya.

Dan Ryeowook tetap memeluk Shin Jae dari belakang. Dia menangis di bahu kiri Shin Jae. Ryeowook menyesali keadaannya sekarang. Kenapa saat dia sudah tidak berada di alam yang sama dengan Shin Jae, dia jatuh cinta pada gadis itu? Perasaan itu tumbuh tanpa Ryeowook sadari. Tiap hari, dia hanya memikirkan Shin Jae. Dia sangat menyesal karena dia baru bisa membalas cinta Shin Jae di dimensi yang berbeda.

Dikecupnya dengan lembut puncak kepala Shin Jae. Setelah itu, Ryeowook kembali ke atas langit sambil memandang Shin Jae. Gadis itu masih menutup kedua matanya dan tersenyum cantik di balik jendela apartemen.

“Saranghae, Shin Jae-ya. Aku akan menunggumu.”

Shin Jae membuka kedua matanya lalu menoleh ke arah bahu kirinya. Bahunya itu terlihat basah.

“Kenapa bahuku basah?” Shin Jae mendongakkan kepalanya menghadap ke atas. “Apa air di apartemenku bocor?”

-ooo-

I getting farther away and I have words you couldn’t hear it for now, Shin Jae-ya. I love you, ‘with all my heart’- Kim Ryeowook.

FIN~

And, this is it. Ini adalah songfict buatan Author! ^^ Lagu.y adalah soundtrack yang dinyanyiin Kyuhyun Oppa. Author lupa drama.y apa -_______-” yang penting judulnya ‘Just Once’~

Thanks udah baca, readers! 🙂

16 pemikiran pada “[Oneshot] – Just Once, Kim Ryeowook. Can’t You?

    • kalo mau bca FF yg cast-nya Wook, coba cek FF Author yg Vous et Moi deh. 🙂 ada 2 ff wook lg yg belum author publish, masih ada dlm drive laptop kkkk~ keep wait, ya :3

  1. aigo, ceritanya menyentuh banget thor.. aku suka banget, apalagi cast nya my sweety wokkie *plakk.. tapi sayang mereka harus berpisah.. 😦
    bikin ff ryeowook oppa lagi yah thor..

Apa komentarmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s